COCO
![]() |
| Cover film Coco |
Film ini disutradarai oleh Lee Unkrich dan Adrian Molina. Menceritakan tentang Miguel yang senang dengan musik. Dia sangat menyukai idolanya Ernesto de la Cruz, yang katanya adalah kakek buyutnya. Dia mengidolakan Cruz ini yang sangat terkenal, hingga di mana-mana tertera kenangan Cruz seperti patung. Namun bakat dan mimpinya ini ditentang oleh keluarganya karena mengatakan dahulu kakeknya pergi bermain musik dan meninggalkan istri dan anaknya coco (nenek buyutnya).
Suatu hari, mereka melaksanakan upacara peringatan orang yang sudah meninggal. Miguel masuk ke gereja dan melihat gitar. Saat dia bermain gitar, tiba-tiba dia berada di alam lain, yaitu alam orang yang sudah meninggal. Di sinilah petualangannya dimulai. Dia bertemu dengan idolanya Ernesto de la Cruz. Di sana pula diceritakan bagaimana jika orang-orang yang masih hidup melupakan jiwa-jiwa tersebut, maka jiwa itu akan hilang. Di petualang ini pula Miguel bertemu dengan Hector Rivera, jiwa yang sedikit lagi dilupakan oleh keluarganya. Dalam petualangan ini, Miguel menemukan jawaban bahwa kakek dan idola yang sebenarnya bukanlah Cruz, melainkan Hector. Sangat disayangkan, keluarga Miguel menganggap bahwa musik sangat aib karena alasan kakek ini meninggalkan keluarganya, tapi ternyata kakeknya ini dibunuh oleh Cruz, tokoh antagonis yang sebenarnya. Dia juga yang mencuri gitar dari Hector. Semua ini membuatnya sadar bahwa selama ini keluarga dan orang-orang sudah salah menilai jiwa yang telah pergi. Dan di sinilah dia membantu kakeknya untuk mengambil kembali nama baiknya.
Cerita ini memiliki ending bahagia. Semua terjawab dan Cruz tidak lagi diidolakan. Dari film ini yang dapat saya petik adalah kita sebagai manusia tidak boleh melupakan jiwa-jiwa yang telah meninggal. Memang, jika dipikir, sangat mustahil kita pergi ke alam baka untuk melihat jiwa-jiwa tersebut. Tapi alangkah baiknya, kita tidak boleh melupakan jiwa-jiwa tersebut, karena kita tidak tahu seberapa besar mereka memerlukan doa dari orang-orang yang masih hidup. Setiap orang memang memiliki pandangannya akan kematian, bagaimana setelah mati. Dan film ini menjelaskan bahwa ada kehidupan setelah orang-orang itu meninggal. Selain itu, cerita ini juga memberi pesan bahwa penghianatan sangat tidak boleh. Penghinatan akan dikalahkan oleh kesabaran. Cruz sangat menggilai kehormatan, sehingga namanya dibesarkan oleh kejahatannya dengan membunuh orang yang sebenarnya lebih pandai (dalam hal ini bermusik).

Menarik sekali ceritanya. Banyak sekali pesan yang didapat dari cerita ini๐ช๐๐ป
BalasHapusMantap Ibu
BalasHapusTerima kasih ee๐ค
Hapusููุฑู
BalasHapusุชุฑูู ุง ููู๐
HapusKeren ๐ป๐ป๐ป๐ผ
BalasHapusTerima kasih๐
HapusKeren sekali. Sukses selalu dalam menulisnya kak Sindianan Janggu.๐๐ช
BalasHapus